Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Akuaponik : Pengertian, Keuntungan dan Tahapannya

Pengertian

Akuaponik adalah sistem budidaya ikan (akuakultur ) dan tanaman (hidroponik) bersama dalam sebuah  ekosistem yang resirkulasi/saling menguntungkan yang menggunakan bakteri alami untuk mengubah kotoran & sisa pakan ikan menjadi nutrisi tanaman. Dengan kata lain akuaponik adalah system dimana tanaman dan ikan bertumbuh bersama.

Sistem Akuaponik
Akuaponik
Dengan  menggabungkan kedua sistem tersebut, terjadi daur ulang sehingga limbah dari  sistem akuakultur merupakan input sistem hidroponik. Penggabungan sistem akuakultur dan akuaponik, limbah yang dibuang ke alam menjadi sangat minimal, sehingga boleh dikatakan sistem akuaponik adalah sistem yang ramah lingkungan.

Alasan Pemilihan Aquaponik

  • Pada sistem aquaponik, nutrisi hidroponik yang harganya cukup mahal sudah tergantikan dengan kotoran ikan sebagai nutrisi bagi tanaman.
  • Perawatan akuaponik sangat mudah
  • Akuaponik lebih produktif, dapat menghasilkan sayuran dan ikan
  • Akuaponik adalah organic. Dalam akuaponik adalah ekosistem alami dimana kita tergantung bakteri dan cacing untuk mengubah ammonia dan sisa pakan ikan menjadi nutrisi sayuran. Ini adalah proses organic. Tidak mempergunakan pestisida, karena ikan akan terpengaruh bahkan mati jika kena pestisida.
  • Meningkatnya permintaan/Jumlah penduduk yang bertambah dan lahan pertanian yang berkurang
  • Pemakaian air yang banyak dalam pertanian, sehingga perlu mencari cara budidaya yang lebih efisien
  • Perubahan cuaca.
  • Overfishing

Akuaponik lebih praktis dan fleksibel

  1. Tidak perlu nutrisi kimia seperti AB mix
  2. Air kotor yang lebih sedikit
  3. Memberikan pertumbuhan utk ikan dan sayuran dari lahan yang sama
  4. System nya mudah di set up, dalam skala kecil mau pun besar
  5. Dapat indoor atau outdoor

Keuntungan Akuaponik

  • Hemat tempat
  • Irit air hingga 90%
  • Tidak membutuhkan tanah
  • Tidak bergantung pada musim
  • Menyediakan nutrisi alami utk tanaman
  • Relative tidak menghasilkan polusi nutrisi dan sisa pakan ke lingkungan
  • Organik
  • Tanpa pestisida
  • Bebas dari tumbuhan pengganggu/gulma
  • Media instalasi tanaman dan kolam dapat dilakukan selama bertahun-tahun
  • Hemat tenaga
  • Hemat energy

Langkah-Langkah Aquaponik

1. Mempersiapkan instalasi akuaponik

Instalasi akuaponik terdiri atas rak tanam sayur, kolam ikan, mesin air, sistem penyaringan (drum filterisasi), drum penampung air (sistem sifon), dan instalasi pipa yang dapat menghubungkan seluruh sistem. Pada dasarnya rak tanaman yang dibutuhkan sama dengan rak tanaman yang digunakan pada sistem hidroponik. Adapun kolam ikan yang digunakan dapat berupa kolam fiber, tong plastik, kolam semen atau kolam rangka besi yang dilapisi terpal.

Sistem penyaringan merupakan bagian paling vital untuk menghasilkan air yang bersih dan bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman. Selain sistem penyaringan, bagian yang paling vital lainnya adalah mesin air yang berfungsi untuk mengalirkan air ke seluruh sistem melalui instalasi pipa yang menghubungkan seluruh instalasi.

Skema Akuaponik
Akuaponik
2. Persiapan media tanam dan nutrisi

Pada sistem akuaponik, media tanam yang digunakan hampir sama dengan sistem hidroponik seperti rockwol, arang sekam, cocopeat atau hidroton. Kebutuhan media tanam bergantung pada jenis tanamannya. Keuntungan lain dari sistem ini adalah tidak perlu menggunakan nutrisi ataupun pupuk karena nutrisi sudah didapatkan dari air kolam.

3. Jenis ikan untuk akuaponik

Jenis ikan yang sering digunakan adalah lele, nila, gurami, patin, dan ikan mas. Jenis ikan dapat disesuaikan dengan selera pembudidaya.

4. Persiapan pakan dan probiotik

Pakan diperlukan untuk pertumbuhan ikan serta sisa pakan dari kolam dapat bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman setelah dilakukan proses penguraian. Tentunya, pakan yang dibutuhkan bergantung pada jenis ikan yang dipilih. Probiotik berfungsi untuk mempercepat proses nitrifikasi sehingga proses pada sistem akuaponik dapat berjalan dengan cepat.

5. Menjalankan sistem akuaponik dan pemeliharaan

Ketika semua sistem telah siap untuk digunakan, air kolam terlebih dahulu dipersiapkan dengan ditaburi urea yang berdosis 10 gram per m³ dan didiamkan selama 7 hari. Hal ini dilakukan agar air kolam menghasilkan pakan alami dan ekosistemnya sesuai untuk ikan. Setelah itu, ikan dimasukkan ke kolam dan bibit yang telah disiapkan dapat dipindahkan ke rak tanaman.

Proses pemeliharaan wajib dilakukan agar menghasilkan ikan yang baik dan tanaman yang segar. Pembudidaya wajib memastikan air dan sistem filterisasi berjalan lancar.

Sumber : Berbagai sumber dan referensi yang relevan


Joko Sunaryanto
Joko Sunaryanto Jangan lupakan jati dirimu. "Sangkan paraning dumadi"

Posting Komentar untuk "Akuaponik : Pengertian, Keuntungan dan Tahapannya"